Review Blue Lock Episode 3

Kontributor: Ronin95
Penyunting: Kikitondo

Mental mulai beradu di Blue Lock Episode 3

Strategi telah diatur sedemikian rupa. Tensi pertandingan di lapangan makin tidak menentu. Dalam episode 3 Blue Lock kali ini Jinpachi melakukan konferensi video dengan tim Z, di mana ia menjelaskan peraturan pertandingan babak penyisihan pertama mereka. 

Ketika Isagi dan teman-teman asramanya akhirnya bisa memainkan pertandingan pertama mereka, aturan baru yang diperkenalkan pada pengumuman sebelumnya membagi tim dan para pemain akhirnya bertarung di antara mereka sendiri untuk menguasai bola. Apa yang terjadi berikutnya? Kita simak ulasan Blue Lock episode 3 disini.

Blue Lock Episode 3

Drama lapangan hijau sudah dimulai!

Pada pengantar diatas tadi kita sudah mengetahui tentang kegiatan Jinpachi saat melakukan konferensi video dengan tim Z, di mana ia menjelaskan peraturan pertandingan babak penyisihan pertama mereka. Lalu, ada konferensi video lainnya dengan Isagi dan teman-teman asramanya, Jinpachi memberi tahu para pemain tentang seleksi pertama. Dia menjelaskan bahwa mereka akan bermain secara kolektif sebagai tim Z dalam turnamen babak penyisihan dengan empat tim lain di gedung mereka. Setelah semua permainan dimainkan, dua tim teratas akan lolos ke seleksi kedua. Namun, dia menambahkan ketentuan lain yang mengubah perspektif semua orang tentang permainan ini. Jinpachi menjelaskan bahwa selain para pemain dari dua tim teratas, penyerang dengan skor tertinggi dari tiga tim lainnya juga akan lolos ke seleksi kedua.

Jika dua pemain dari tiga tim terbawah yang sama memiliki gol yang sama, maka satu pemain akan dipilih berdasarkan poin Fairplay. Posisi pemain yang berbeda diputuskan berdasarkan permainan batu, kertas, dan gunting secara acak. Isagi berhasil memenangkan posisi penyerang tengah meskipun tidak semua orang senang dengan keputusan tersebut. Tim Z dijadwalkan untuk memainkan pertandingan pertamanya melawan tim X pada hari yang sama. Semua pertandingan dalam seleksi pertama akan berlangsung selama 45 menit dan pelanggaran akan diputuskan oleh VAR. Ada hal yang ingin saya jelaskan tentang VAR, buat pembaca yang tidak tahu teknologi VAR itu apa bakal saya jelaskan nanti.

Baca juga  Review Blue Lock Episode 1

Soccer’s Zero

Dari cerita mengenai konferensi video tadi, rupanya ini adalah momen dimana ada sistem yang dikenalkan yaitu “Soccer’s ‘Zero”. Ini adalah tantangan berikutnya dalam program Blue Lock, di mana semua pemain di setiap tim harus berperan sebagai tim sepak bola yang lengkap (meskipun semuanya adalah striker, harap diingat) dan bermain melawan tim lain di dalam gedung mereka. Dua tim teratas akan maju, dan yang lainnya akan tersingkir.

Blue Lock Episode 3

Tim X dan tim Z akhirnya bertemu di lapangan sepak bola dengan sama sekali tidak mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Isagi memenangkan permainan batu, kertas, dan gunting untuk mendapatkan kesempatan bermain di posisi penyerang tengah tim. Ketika permainan dimulai, ia sempat gugup dan memberikan Raichi waktu yang cukup untuk merebut bola darinya. Isagi terkejut namun rekan setimnya membenarkan keputusannya dengan mengingatkan bahwa pemain terbaik dari tiga tim yang kalah akan lolos ke seleksi kedua.

Oleh karena itu, ia mengutamakan kepentingannya daripada tim. Namun, bola tidak bertahan lama dalam penguasaannya karena Kunigami segera merebutnya. Namun, Kunigami dan Raichi akhirnya berselisih secara verbal di tengah lapangan dan seorang pemain dari tim lawan menggunakan kesempatan itu untuk mencuri bola. Namun ternyata tim X juga tidak jauh berbeda dan para pemain mereka mulai bertengkar satu sama lain. Pada titik ini, Isagi bingung dengan strategi permainannya dan mencoba memahami saran Janpachi untuk membuat sepak bola dari nol.

Sang bintang lapangan baru muncul

Blue Lock Episode 3

Sayangnya, momentum di lapangan semula sangat signifikan, tiba-tiba berubah ketika Barou Shouei, pemain dengan nilai tertinggi dalam permainan, muncul dan menguasai bola dan mencetak gol pertama untuk Tim X. Kepribadiannya yang penuh semangat dan karismanya di lapangan membuat keajaiban dalam beberapa menit berikutnya dan tim X perlahan-lahan mulai bermain bersama alih-alih berdebat satu sama lain. Sebaliknya, rasa takut akan kekalahan bertindak sebagai katalisator dan memecah belah para pemain tim Z yang semuanya sangat berhasrat untuk mencetak gol agar mereka dapat mencapai tahap kedua.

Malangnya, tim X mulai mendominasi mereka segera setelah itu dan kepanikan pun terjadi. Ketika pada sebuah kesempatan para pemain mencoba mengepung Barou yang mencetak semua gol, ia dengan santai mengoper bola kepada timnya. Perlu diperhatikan, Barou Shohei adalah sosok yang besar, kuat, berbakat, dan matanya selalu merah setiap kali bermain. Barou menyatukan timnya dalam menghadapi kesulitan, dan berhasil mencetak 5 gol dalam pertandingan.

Baca juga  Gourmet Detective Akechi Goro, Saat Food jadi Kejahatan

Tim Z begitu kebingungan pada momen ini sehingga mereka meninggalkan banyak ruang terbuka tanpa pemain bertahan dan tim X akhirnya mencetak gol lagi. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Barou terlihat egois saat merebut bola dari rekan setimnya tadi, ia akhirnya memikirkan kepentingan tim dan tidak keberatan untuk mengumpan saat ada peluang terbuka.

Sedikit Mengenai Apa itu VAR

Sebelumnya, kita sempat menyinggung bahwa ada teknologi VAR dalam pertandingan kali ini. Apa itu VAR? buat pembaca disini yang masih awam mengenai VAR, ini merupakan bagian dari teknologi baru dalam dunia sepakbola modern. Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), yang mengawasi Peraturan Permainan, menyetujui uji coba dan kemudian penggunaan VAR dalam sepak bola. Pada Juli 2020, IFAB mengalihkan tanggung jawab VAR kepada FIFA. IFAB terus bekerja sama dengan FIFA, terutama dalam hal protokol VAR, Hukum terkait, dan persyaratan kualifikasi.

Review Blue Lock Episode 3 - Otaku Mobileague

Sistem video asisten wasit atau dikenal Video Assistant Referee (VAR) adalah alat pendukung bagi para ofisial. Penggunaan video petugas pertandingan (VMO) dalam sepak bola ini semakin menjelaskan akurasi atau sahnya suatu gol maupun pelanggaran dalam lapangan.

Tim VAR mendukung proses pengambilan keputusan wasit dalam empat situasi yang mengubah jalannya pertandingan:

  • – Gol dan pelanggaran yang mengarah ke gol
  • – Keputusan penalti dan pelanggaran yang mengarah ke keputusan penalti
  • – Insiden kartu merah secara langsung (bukan kartu kuning kedua/peringatan)
  • – Identitas yang salah

Sepanjang pertandingan, tim VAR secara terus menerus memeriksa kesalahan yang jelas dan nyata terkait empat situasi yang mengubah pertandingan ini. Tim VAR berkomunikasi dengan wasit hanya untuk kesalahan yang jelas dan nyata atau insiden yang terlewatkan secara serius. Kemudian wasit ahli yang menonton pertandingan melalui sejumlah layar dan dapat melihat tayangan ulang gerak lambat, sehingga mereka dapat memberikan saran kepada wasit di lapangan dari teknologi VAR ini.

Baca juga  Review Anime C – The Money of the Soul and Possibility Control

Diluar lapangan, ada suatu ruangan khusus di stadion diperuntukkan bagi tim VAR lainnya. Mereka ini terdiri dari petugas video asisten wasit (VAR) dan tiga asisten video asisten wasit (AVAR1, AVAR2 dan AVAR3). Semua anggota tim video asisten wasit adalah ofisial video pertandingan FIFA terbaik.

Tiga operator tayangan ulang memilih dan memberikan sudut kamera terbaik seperti gambar berikut:

Review Blue Lock Episode 3 - Otaku Mobileague

Tim VAR mengawasi kamera utama di monitor atas dan memeriksa atau meninjau insiden di monitor quad-split. Selain itu, tim VAR bertanggung jawab untuk memimpin tim VAR dan berkomunikasi dengan wasit di lapangan.

Kemudian, tim AVAR1 berkonsentrasi pada kamera utama dan memberikan informasi kepada VAR tentang permainan secara langsung jika ada insiden yang sedang diperiksa atau ditinjau.

Nantinya, ada tim AVAR2 merupakan bagian video ofisial pertandingan dengan latar belakang asisten wasit dan terletak di stasiun offside dan memeriksa setiap potensi situasi offside, dengan bantuan teknologi offside semi-otomatis, untuk mempercepat proses pemeriksaan dan peninjauan VAR.

Tim AVAR3 berfokus pada tayangan program TV, membantu VAR dalam mengevaluasi insiden dan memastikan komunikasi yang baik antara VAR dan AVAR2 yang terletak di posisi offside. Setelah itu, barulah masuk ke area peninjauan wasit (RRA) adalah area yang ditandai dengan jelas yang berisi layar yang memungkinkan wasit untuk meninjau insiden. Area ini terletak di sisi lapangan, dekat dengan area teknis.

Review Blue Lock Episode 3 - Otaku Mobileague

Bagi saya Blue Lock Episode 3 kali ini….

Tantangan demi tantangan tanpa henti bagi Isagi dan Jinpachi sekarang. Hingga tim mereka tidak bisa berkutik dihadapan tim yang dipimpin oleh Barou Shohei sang bintang baru kali ini. Sombong namun bisa kendalikan pertandingan dan selalu fokus adalah kunci kemenangan tim Barou disini.

Pentingnya sebuah kerjasama tim juga filosofi permainan adalah faktor penentu meraih kemenangan disamping sosok utama pertandingan yang menentukan ritme penguasaan bola hingga mencetak gol kemenangan. Makanya, episode kali ini saya beri skor 9.2/10.

Itu saja ulasan tentang Blue Lock episode 3 kali ini, dan jangan lupa tonton terus Blue Lock di streaming legal Bstation untuk sub Indo nya.
Baca juga review Blue Lock Episode dua kami d Otaku.Mobileague.id

(Visited 11 times, 1 visits today)

Kikitondo

Editor Mobileague dan Penulis spesialisasi artikel VTuber Corner, Penyunting Artikel Umum. Lulusan Penonton Anime, Holofans, tapi suka VTuber secara umum.