Sempat Diminta Hapus, Studio Trigger Tetap Memasukkan Rebecca dalam Serial “Cyberpunk: Edgerunner

Kontributor: Surya IL
Penyunting : Kikitondo

Rebecca musti ada dalam anime Cyberpunk Edgerunner – Studio Trigger

Serial anime Cyberpunk: Edgerunners yang diadaptasi dari gim Cyberpunk 2077 meraih kesuksesan besar dan menjadi salah satu anime yang memiliki rating tertinggi di platform Netflix. Namun, sebelum itu, ternyata karakter Rebecca rancangan Studio Trigger sempat ditolak oleh CD Projekt Red.

Penolakan Karakter Desain Rebecca dalam Anime Cyberpunk: Edgerunners

Rebecca

Selain mendapatkan rating tinggi di Netflix, serial anime ini juga mendapatkan rating tinggi di MyAnimeList dan Rotten Tomatoes. Bahkan, anime ini juga mendapatkan pujian setinggi langit dari kreator gim terkenal bernama Hideo Kojima.

Hideo Kojima, CEO dari Kojima Pro, memuji anime Cyberpunk Edgerunner

Namun, dalam proses adaptasi menjadi serial anime ini, ternyata tidak berjalan mulus seperti yang kita kira. Studio produsen dan pengembang dari gim ini, CD Projekt Red (CDPR) sebagai pemilik IP Cyberpunk 2077 berdebat dengan Studio Trigger terkait karakter bernama Rebecca.

CDPR sendiri awalnya menolak rancangan desain karakter Rebecca dari Studio Trigger karena dikhawatirkan akan mendapat tanggapan negatif dari penonton. Hal ini karena karakter Rebecca digambarkan sebagai wanita mudah dengan tubuh mungil yang merepresentasikan karakter “loli” dan dirasa tidak sesuai dengan nuansa bebas dan kriminalitas dari Night City yang menjadi latar belakang anime Cyberpunk Edgerunners. 

Baca juga  SurgaGame Bawa Colonicle Esports VR ke Indonesia

Penggambaran Rebecca sebagai “loli” ini juga ditakutkan karakter tersebut dianggap sebagai yang bebas melakukan hal-hal kriminal di Night City.

Konflik CD Projekt Red dengan Studio Trigger

Rebecca

Namun, Studio Trigger tetap kukuh dengan keputusannya memasukkan karakter Rebecca ke dalam serial Cyberpunk: Edgerunners hingga akhirnya CDPR luluh dan memberikan restu. Ternyata hal tersebut disambut baik oleh para penggemar karena kini Rebecca menjadi salah satu “best girl” dari para penonton dan bersaing secara ketat dengan Lucy sebagai karakter utama wanita. 

Konflik antara kedua studio tersebut terungkap dalam wawancara dengan salah satu anggota tim kreatif CDPR yang terlibat langsung dalam pengembangan serial Cyberpunk: Edgerunners ini.

Loli Must Stay

Staff tersebut mengatakan, bahwa Rebecca menjadi gadis terbaik dalam Cyberpunk Edgerunners. Namun, ia merasa sedikit bersalah karena dirinya menjadi salah satu orang di tim kreatif yang setuju menolak eksistensi ide kreatif karakter Rebecca dari cast awal tahap pra-produksi.

Ia juga menceritakan mengenai penolakan CDPR mengenai draft karakter Rebecca dari Studio Trigger. Tim dari CDPR menganggap karakter loli tidak cocok untuk Night City, seperti di gim aslinya Cyberpunk 2077.

Namun, Studio Trigger menjawab keraguan pihak CDPR dengan mengatakan secara tegas, “No, The Loli must stay” (Tidak, Loli tetap harus bertahan).

Usai Mendapat Restu, Karakter Rebecca Menjadi Salah Satu “Best Girl”

Rebecca dan David

Jawaban dari pihak Studio Trigger akhirnya membuat CDPR luluh dan memberikan restu, bahkan kesuksesan Cyberpunk : Edge Runner juga melambungkan karakter Rebecca ke posisi “best girl” atau karakter favorit perempuan dari para penggemar anime tersebut dan bersaing ketat dengan Lucy sebagai karakter utama wanita. 

Selain itu, pihak Studio Trigger sendiri menjawab kekhawatiran CDPR yang tidak ingin adanya kontroversi mengenai karakter loli ini. Sehingga sejak awal dimulainya anime Cyberpunk: Edgerunners, karakter Rebecca dijelaskan secara gamblang sebagai wanita berbadan mungil, tetapi bukan anak kecil. Ia juga tidak memiliki suara imut seperti loli pada umumnya dan tidak mendapatkan adegan sensual maupun romantis. 

Baca juga  Siapkan Mendalami Game Fairy Tail 2020 di Akhir Juli

Gaya bicara Rebecca yang apa adanya serta kepribadiannya yang supel, tetapi eksplosif apabila marah membuatnya disukai oleh para penonton Cyberpunk Edgerunners.

Popularitas Cyberpunk 2077 Meningkat Tajam Berkat Serial Animenya

Kesuksesan serial anime ini ternyata juga membawa dampak positif bagi gim Cyberpunk 2077 yang meningkatkan penjualan usai adaptasi animenya dirilis hingga menjadi salah satu jejeran gim top-selling di Steam. Lebih lengkapnya, kalian bisa membaca artikel lebih lanjut mengenai Cyberpunk Edgerunner disini.

Respons Penggemar Terhadap Keputusan Studio Trigger

Pernyataan Studio Trigger terhadap penolakan CDPR membuat para penggemar terhibur. Hal ini karena Studio Trigger telah membuat berbagai anime populer, seperti Kill la Kill, Little Witch Academia, SSS. Gridman, dan lain-lain memiliki makna tersendiri. 

Dari semua anime garapan Studio Trigger pasti ada satu atau dua karakter loli yang menjadi ciri khas mereka. Jadi, meski diadaptasi dari game populer Cyberpunk 2077, pihak Studio Trigger pasti akan tetap mempertahankan karakter loli tersebut. 

Lalu, para penonton dan gamer menyambut positif, bahkan ada yang berterima kasih dengan keputusan dari Studio Trigger tersebut.

Nah, itulah ulasan mengenai Rebecca, karakter dalam Cyberpunk: Edgerunners. Apabila Anda ingin menontonnya, bisa langsung berlangganan di Netflix ya.

Sumber:
Indogamers
Gamebrott

(Visited 79 times, 1 visits today)

Kikitondo

Editor Mobileague dan Penulis spesialisasi artikel VTuber Corner, Penyunting Artikel Umum. Lulusan Penonton Anime, Holofans, tapi suka VTuber secara umum.