ReviewAnime

Review Blue Lock Episode 8

Kontributor: Ronin95
Penyunting: Kikitondo

Pada Episode Blue Lock kali ini, Tim V adalah lawan berikutnya. Berbekal skor seri 4-4 kemarin jadi sebuah motivasi untuk hadapi Tim V yang dikenal paling agresif, sehingga jadi sinyal waspada bagi Yoichi dkk. untuk bisa eksis di akademi Blue Lock.

Isagi dan rekan-rekan setimnya mengetahui kalau pertandingan mereka menghadapi Tim V akan menjadi pertandingan yang wajib dimenangkan karena adanya perubahan pada tabel poin. Dengan pertandingan menentukan yang tinggal sehari lagi, Isagi tidak bisa tidur dan pergi berlatih sendirian sembari anggota Tim Z yang lain berjuang untuk tidur. Mereka menyusun siasat untuk menahan Tim V, namun keadaan di lapangan tidak seperti yang mereka bayangkan.

Sebelum pertandingan mereka melawan Tim V, justru Tim Z mendapatkan informasi bahwa pertandingan antara Tim W dan tim Y berakhir imbang. Maka dari itu, mereka sekarang harus memenangkan pertandingan terakhir mereka jika tidak ingin tersingkir. Wajar jika hal ini membuat mereka berada di bawah tekanan karena lawan mereka telah mendominasi setiap tim yang mereka hadapi hingga saat ini. Kuon telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa ia tidak akan bermain untuk tim ini karena ia telah mengantongi tiga gol dan secara otomatis akan lolos ke babak seleksi berikutnya.

Disaat tim mulai memperkirakan kemungkinan ada orang lain yang menyamai gol Kuon di turnamen, Jinpachi Ego muncul di layar besar untuk memberi tahu mereka bahwa pemain dengan peringkat Blue Lock yang lebih tinggi akan lolos ke babak berikutnya.

Rencana sudah dipersiapkan

blue lock

Satu hari jelang pertandingan, Isagi mencoba latihan lagi hingga tidak bisa tidur dan memutuskan untuk pergi berlatih. Di sana dia bertemu Barou sedang berlatih sendirian. Meskipun mereka tidak dekat satu sama lain, Isagi tidak ragu untuk meminta bantuannya. Barou tidak menghiraukannya dan menembakkan bola langsung ke wajahnya. 

Baca juga  Mashle: Magic and Muscles, One Punch Man dari Universe Penuh Sihir

Isagi tidak menyerah dan terus menantangnya. Untuk memberinya pelajaran, Barou berhadapan satu lawan satu dengan Isagi dan dengan mudah berhasil mencetak gol. Setelah mempelajari pergerakannya, Isagi sampai pada kesimpulan bahwa lawannya memiliki jarak tembak yang spesifik, di mana ia biasanya mengincar sudut kanan atas gawang.

blue lock

Ketika mereka bertanding untuk terakhir kalinya melawan satu sama lain, Barou berhasil mencetak gol lagi, tetapi kali ini dari jarak yang lebih dari jauh dan memberi tahu Isagi bahwa jarak tembaknya sedikit lebih jauh daripada yang ia perkirakan.

Kemudian, Tim Z mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan strategi mereka untuk pertandingan yang akan datang. Sebab Kuon tidak akan dimainkan, jadi mereka hanya memiliki sepuluh pemain. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk memulai dengan pendekatan defensif karena para penyerang di Tim V telah mendominasi turnamen sejauh ini. Begitu mereka berhasil menguasai bola, rencananya adalah untuk melepaskan serangan balik yang mengejutkan untuk mencetak gol.

Momok dari Tim V

blue lock

Jika kita amati sekilas dari adegan ini, ada beberapa nama yang akan menjadi ancaman Isagi beserta rekan setimnya. Tidak lain adalah Reo Mikage, Seishiro Nagi dan Zantetsu Tsurugi. Mengingat Tim Z sekarang berada di posisi terakhir dan pertandingan mereka adalah melawan kekuatan besar, Tim V. Pemain terkuat mereka sendiri telah mencetak 18 gol yang telah dibuat oleh Tim V sejauh ini.

Yang unik adalah ketika masa lalu Reo diungkap kali ini, rupanya latar belakang Reo adalah sosok dari keluarga yang sangat terpandang di Jepang. Reo kecil mendapatkan pendidikan yang sangat istimewa, sebagai putra seorang pengusaha penting. Namun, dia tidak menghadapi banyak tantangan dan merasa bosan. 

Dari sinilah dia menemukan apa itu sepak bola dan terobsesi dengan Piala Dunia. Namun, orang tua Reo tidak mendukungnya. Waktu bersamaan juga dia bertemu dengan Nagi. Seorang anak yang sangat dingin dan tidak memiliki minat selain ponselnya. Reo mencoba untuk membina dia, tapi dia sangat benci bekerja keras. Meskipun begitu, jika Reo menginginkan sesuatu, dia akan mendapatkannya dan itu menjadi pemicu semangat Nagi untuk berlatih bersama Reo wujudkan mimpi sebagai pemain bola hebat di Jepang.

Baca juga  Araburu Kisetsu Live Action, Membawa Kembali Kisah Remaja Yang Unik

Pertandingan telah dimulai

Pagi hari tiba, dan kegelisahan Tim Z memuncak. Gangguan dari Kuon sangat dihindari, yang lainnya bersemangat, dan ini semua atau tidak sama sekali bagi mereka (seperti biasa, tapi yang terburuk). Bahkan Bachira pun menjadi semakin tersinggung.

Tim V melakukan diskusi singkat setelah itu mereka menuju ke lapangan. Sebelum mereka sampai di lapangan, Bachira berjanji untuk memberikan yang terbaik karena jika gagal, ia tidak akan pernah bisa bermain dengan Isagi lagi. Saat pertandingan dimulai, Isagi mengawasi para pemain tim V dan tidak terkejut ketika mereka memulai serangan dengan Reo Mikage sebagai ujung tombak. Ia mengoper bola kepada Zantetsu Tsurugi yang lebih suka melakukan tendangan jarak menengah dan biasanya mendekati gawang dari sisi kanan.

blue lock

Dengan pergerakannya yang dihalangi oleh dua pemain bertahan, ia memilih untuk mengoper bola kepada Seishiro Nagi, tepat seperti yang telah diprediksi oleh tim Z dalam pertemuan mereka. Sayangnya, Igarashi memotong bola bahkan sebelum sampai ke tangan penyerang bintang tim V tersebut. Karena bola sekarang berada di tangan mereka, tim Z benar-benar mengubah rencana permainan mereka dan memulai serangan balik. Igarashi mengoper bola kepada Isagi yang kemudian memberikannya kepada penggiring bola terbaik mereka, Bachira. Untuk memastikan bahwa tim V tidak memiliki banyak waktu untuk menyusun kembali serangan, ia mencoba memberikan umpan lambung kepada Gagamaru.

Sayangnya, bola sedikit jauh dari jangkauan Gagamaru, sehingga satu-satunya pilihannya adalah mencoba melakukan diving header, yang dieksekusi dengan hampir sempurna. Lalu bola membentur tiang gawang dan tim Z gagal mencetak gol beberapa inci. Reo merasa gembira dengan apa yang baru saja terjadi dan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sama sekali tidak terduga. 

Baca juga  Review Anime Oshi no Ko: Kejamnya Dunia Entertainment
blue lock

Dia menyuruh Nagi untuk mencoba gerakan rahasia mereka dan memberikan umpan panjang kepada sang bek bintang. Yang mengejutkan Isagi, Nagi mampu mengontrol bola meskipun berada dalam posisi yang canggung dan berhasil mencetak gol pertama. Apakah nanti Isagi dan kawan-kawan mampu samakan kedudukan? atau justru kembali menelan kekalahan?

Bagi saya episode Blue Lock kali ini….

Di episode Blue Lock ini, kita dikejutkan dengan gaya bermain yang cukup ofensif juga terarah dari Tim V. Nagi dan Reo adalah sosok yang ternyata tidak bisa dipisahkan sejak anak-anak karena berawal dari pertentangan orang tua demi wujudkan mimpi sebagai pemain bola.

Sejak bergabung ke Akademi Blue Lock, mereka menjadi pemain yang trengginas dalam hadapi lawan hingga Isagi, Bachira dan Barou cukup kerepotan. Cukup dengan skor 8.8/10 untuk episode kali ini dan kita akan lihat serangan balasan Isagi dengan Tim Z nanti.
Tonton ulasan Blue Lock sebelumnya, disini.

Tonton streaming Blue Lock legal sub Indo disini!

Sumber foto

(Visited 202 times, 1 visits today)

Kikitondo

Editor Mobileague dan Penulis spesialisasi artikel VTuber Corner, Penyunting Artikel Umum. Lulusan Penonton Anime, Holofans, tapi suka VTuber secara umum.