Villainess HameFura Membawa Angin Segar Perisekaian

Isekai saat ini adalah satu genre anime yang jadi langganan setiap season baru dimulai. Yang beberapa tahun lalu paling tidak satu judul isekai setiap seasonnya, kini biasanya akan ada minimal dua seri. Dengan penuhnya pasar isekai, tentunya tidak setiap season kita akan mendapatkan anime isekai yang bagus (baca: menarik). Untuk Spring Anime 2020 ini, untungnya ada dua isekai yang menurut saya cukup menarik. Satu dari anime tersebut adalah Otome Gēmu no Hametsu Furagu Shika Nai Akuyaku Reijō ni Tensei Shiteshimatta (My Next Life as a Villainess: All Routes Lead to Doom!) atau yang biasa disebut sebagai HameFura.

Sedikit latar belakang HameFura/Villainess

Otome Gēmu no Hametsu Furagu Shika Nai Akuyaku Reijō ni Tensei Shiteshimatta merupakan adaptasi dari light novel berjudul sama, yang pertama kali dimulai serialisasinya pada Juli 2014 secara online, dan ditulis oleh Satoru Yamaguchi dan diilustrasikan oleh Nami Hidaka. Selain anime, adaptasi manga dari light novel tersebut juga sudah diserialisasi sejak tahun 2017 di majalah Gekkan Comic Zero Sum, dan terbit sebanyak 4 volume, beserta juga spin-off manga yang mulai diserialisasi pada November 2019.

HameFura Villain Poster

Untuk versi anime, HameFura diproduksi oleh Silverlink dan disutradarai oleh Keisuke Inoue. Soundtrack dari anime ini dikerjakan oleh 5 orang yaitu Natsumi Tabuchi, Hanae Nakamura, Tatsuhiko Saiki, Miki Sakurai, dan Shu Kanematsu. Untuk openingnya yang berjudul Shōjo no Route wa Hitotsu Janai! (There’s More Than Just One Route For a Girl!), dinyanyikan oleh band angela, sedangkan ending songnya yang berjudul Bad End, dinyanyikan oleh Shouta Aoi, yang juga mengisi suara Geordo Stuart di anime ini.

HameFura Villainess Catarina and the two princes

Kisah Isekai Yang Sangat Berbeda

HameFura/Villainess menceritakan tentang seorang gadis otaku sma berumur 17 tahun yang terlahir kembali sebagai seorang putri bangsawan bernama Catarina Claes. Pada awalnya ia lupa tentang kehidupan lamanya tersebut sampai sebuah kecelakaan kecil mengembalikan ingatannya. Tidak hanya sampai di situ, kembalinya ingatan tersebut membuat ia menyadari bahwa dunia tempat ia berada adalah dunia di dalam sebuah otome game berjudul Fortune Lovers. Sayangnya, ia juga menyadari bahwa dirinya bukanlah tokoh utama dari game tersebut, melainkan antagonis yang dalam gamenya ditakdirkan akan mengalami nasib mengenaskan.

HameFura Villainess Catarina Future

Berbekal dari pengetahuan tentang otome game yang pernah ia mainkan itu, Catarina mulai merencanakan seluruh cara agar dirinya bisa terhindar dari bad ending yang ditakdirkan untuknya. Hanya saja, teori tidak semudah prakteknya. Jalan cerita yang sudah ada adalah takdir yang tetap akan terjadi. Pertemuannya dengan karakter-karakter lain tidak bisa dihindarinya dan tetap terjadi, oleh karena itu bagaimanakah ia menghindari akhir yang tidak menyenangkan?

Baca juga  BG Shinpen Keigonin Season 2 Membawa Kimura Takuya Kembali Ke Dunia Bodyguard

Impression

Sebagai anime isekai, HameFura/Villainess merupakan angin segar. Faktor pertama yang mendukungnya adalah pada pembalikan trope yang biasanya menaruh karakter isekai sebagai hero, kali ini justru sebagai villain yang ditakdirkan. Premise utama ini tentunya memiliki plus point tersendiri, melihat halangan yang harus dilewati oleh Main Character dalam anime isekai kali ini adalah sesuatu yang bukan mengancam dunia, namun masih sama besarnya.

HameFura episode 3

Hal kedua yang saya sukai dari anime ini adalah pada kenyataan Catarina tidak memiliki super power atau alat super, dan hanya berbekalkan pengetahuan akan gamenya. Satu yang harus dipointkan adalah, pengetahuan game itu sendiri tidak terlalu membantunya dikarenakan ia tetap tidak bisa menghindari pertemuan dengan orang-orang yang dia tahu akan mentrigger death flag dirinya. Namun, dengan pengetahuan tersebut, Catarina paling tidak menjalani cerita yang bisa dibilang sedikit berbeda dari yang seharusnya terjadi, dengan melakukan tindakan yang tidak dilakukannya dalam Fortune Lovers. Ini jika dalam bentuk naratif lain bisa dibilang sama dengan merubah masa lalu. Dengan hal ini tentu nantinya ending yang dihadapi oleh Catarina, bisa jadi sesuatu yang dalam game bisa disebut Perfect Ending.



Jadi bagaimana Mobidachi? Berapa banyak dari kalian yang mengikuti anime ini? Berapa banyak juga yang sudah membaca novelnya ataupun membaca manganya? Bagaimana menurut kalian yang baru berkenalan dengan anime ini? Apakah patut untuk diikuti terus? Ayo tinggalkan komen kalian di bawah ya.

(Visited 386 times, 2 visits today)

Mahessa Fiermanda

Otaku Since 1980s. Freelance writer, designer, and teacher.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
x